Palembang – (21/5) Ketua Pemuda Muslimin Sumatera Selatan , M. Anwarul Fitro, menyatakan komitmennya untuk mendorong langkah-langkah kolaboratif dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah menjelang musim kemarau tahun 2026.
Menurutnya, persoalan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.
“Karhutla merupakan persoalan bersama yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat, organisasi kepemudaan, dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini,” ujar M. Anwarul Fitro.
Pemuda Muslimin Sumsel juga membuka ruang kolaborasi bersama serta berbagai pihak lainnya dalam bentuk edukasi masyarakat, kampanye kesadaran lingkungan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan terkait pencegahan karhutla.
Selain itu, pihaknya menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah praktik pembakaran lahan.
Melalui langkah ini, Pemuda Muslimin Sumsel berharap upaya pencegahan karhutla di Sumsel dapat dilakukan secara lebih masif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Palembang, 21 Mei 2026
M. Anwarul Fitro
Ketua Pemuda Muslimin Sumsel













