Merasa dijebak dalam klaimisasi oleh pihak tak bertanggungjawab, Koordinator BEM Nusantara Sumsel gelar Konferensi Pers

Porosnegri.Id – Palembang. 18/09 Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru menerima diskusi bersama Beberapa Ketua BEM di Sumatera Selatan. Kegiatan itu dalam rangka silaturahmi dan serap aspirasi.

Ilham Koordinator Badan Eksekutif Nusantara Sumatera Selatan (BEMNUS Sumsel), bertemu Gubernur Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 18 September 2025, membawa pesan tentang persoalan di Provinsi Sumatera Selatan.
Hanya saja kami tidak mengetahui bahwa ada unsur lain selain Mahasiswa di Forum tersebut, sampai kepada pernyataan berita di media yang mengklaim bahwasanya pertemuan itu di inisiasi oleh salah satu pihak.

Dan kami juga membantah ketika ada menyebut bahwa semua BEM yang hadir adalah bagian dari BEM SS.
Ilham menerangkan bahwa UIN Raden Fatah Palembang bersama Universitas IBA, Universitas Sakhyakirti, dan lainlain tergabung di Aliansi Nasional BEM NUSANTARA INDONESIA dan UIN Raden Fatah sebagai Koordinator Daerah Terpilih periode 2025-2026.

Dalam pertemuan bersama Gubernur Sumatera Selatan, Ilham menyampaikan kritik tentang permasalahan di Provinsi Sumatera Selatan mulai dari isu Pendidikan, Isu Infrastruktur dan isu lainnya yang ada di Sumatera Selatan.

“Saya melihat persoalan di sumatera selatan sudah hampir kompleks, mulai dari pendidikan yang hari ini di coreng karena kepentingan pribadi, infrastuktur jalan yang sampai saat ini belum lah memadai terus juga persoalan lainnya,” ujar ilham, Rabu (17/9/2025).

Lebih lanjut ilham menegaskan dalam diskusi tersebut, “sebagai masyarakat sumatera selatan yang hari ini mengenyam dunia pendidikan, saya merasa perihatin terhadap pendidikan di sumatera selatan yang baru saja kemarin muncul kontroversi karena ada 250 anak putus sekolah.”

Dalam kesempatan itu, ilham juga meminta gubernur untuk lebih memperhatikan pendidikan yang ada di sumatera selatan.
“kami berharap gubernur sumatera selatan saat ini lebih memperhatikan pendidikan yang ada di sumatera selatan,” katanya.

Gubernur sumatera selatan, H.Herman Deru, menyampaikan bahwa dalam audiensi tersebut, beliau sangat mengapresiasi peran mahasiswa sebagai sosial control dan juga akan lebih sering membuka ruang diskusi dengan mahasiswa di Sumatera Selatan dalam pembangunan Daerah Sumatera Selatan.

“kita sama-sama melihat 1 september kemaren mahasiswa turun kejalan sebagai fungsi dari mahasiswa sebagai sosial control, kita melakukan aksi damai dalam menyampaikan aspirasi dengan baik yang didalam diskusi tadi disampaikan bahwa poin tuntutan tersebut sudah mulai direalisasikan, Namun memang hari ini kita juga di daerah memiliki permasalahan juga oleh karna itu kami juga akan segera menuntaskan persoalan pendidikan disumatera selatan,” ujar Herman Deru.

Exit mobile version