Palembang — Koordinator Daerah BEM Nusantara Sumatera Selatan, Ilham (22) menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal saat hendak melaksanakan aksi demonstrasi di Kota Palembang, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Makodam II/Sriwijaya, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ilham saat itu datang ke lokasi bersama rekan-rekannya menggunakan mobil dengan tujuan mengikuti aksi demonstrasi. Namun setibanya di lokasi, kendaraan yang mereka tumpangi tiba-tiba dihentikan oleh sejumlah orang yang tidak dikenal.
Sebagai koordinator aksi, Ilham kemudian turun dari mobil untuk menanyakan maksud dari penghentian tersebut. Namun situasi justru berubah menjadi tegang dan berujung pada tindakan kekerasan.
“Saya datang ke lokasi bersama kawan-kawan untuk ikut aksi. Tapi tiba-tiba kami dihentikan oleh orang-orang yang saya tidak kenal,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, saat mencoba menanyakan alasan penghentian secara baik-baik, dirinya justru langsung mendapat perlakuan kasar dari para pelaku.
“Saya turun untuk tanya kenapa kami dihentikan. Tapi mereka langsung narik baju saya sampai saya hampir jatuh. Terus leher saya dipiting dan rambut saya dijambak,” ungkapnya.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan berupaya menyelamatkan Ilham dari aksi pengeroyokan.
“Waktu itu situasinya cepat sekali. Untung teman-teman langsung bantu saya keluar dari situ,” lanjutnya.
Akibat insiden tersebut, Ilham mengalami luka ringan berupa sakit di bagian kepala, luka lecet di leher, serta luka lecet di mata kaki sebelah kanan.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian pada hari yang sama untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang. Saya berharap pelaku bisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tegas Ilham.
Setelah melakukan olah TKP, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik aksi pengeroyokan tersebut.
