Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Mengecam oknum yang mengklaim Gerakan Mahasiswa untuk kepentingan tertentu

Palembang (13/06) – Aliansi Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “#INDONESIADARURAT” pada Senin, 15 Juni 2026, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral mahasiswa terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Aksi tersebut dijadwalkan dimulai pada pukul 08.00 WIB, dengan titik kumpul di Lapangan Basket UIN Raden Fatah Palembang, sebelum bergerak longmarch menuju Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan sebagai titik utama penyampaian aspirasi.

Gerakan ini merupakan wadah konsolidasi mahasiswa yang lahir dari keresahan terhadap berbagai kebijakan publik yang dinilai belum berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan mengusung semangat perjuangan intelektual, mahasiswa hadir untuk menjalankan perannya sebagai agent of social control dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

GERAKAN MURNI MAHASISWA

M. Naufal Fawwaz, selaku Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Sosial, menegaskan bahwa aksi yang akan dilaksanakan tersebut merupakan gerakan murni yang lahir dari keresahan mahasiswa.

“Aksi mahasiswa pada hari Senin, 15 Juni 2026 mendatang merupakan gerakan murni atas dasar keresahan mahasiswa sebagai Agent of Social Control. Tidak boleh ada oknum-oknum yang mengklaim gerakan mahasiswa di Sumatera Selatan untuk kepentingan tertentu.

Gerakan ini lahir dari kesadaran kolektif mahasiswa yang terpanggil untuk menyuarakan aspirasi rakyat.”

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa di Sumatera Selatan untuk mengambil bagian dalam perjuangan konstitusional tersebut.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa di Sumatera Selatan untuk turun aksi menyuarakan aspirasi demi terwujudnya cita-cita Indonesia Emas. Negara harus tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, supremasi hukum yang ditegakkan, serta kebijakan yang lahir dari kepentingan masyarakat luas.”

Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk mengawal arah perjalanan bangsa agar tetap berada pada koridor demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  Ketua Forsuma Sumsel Soroti Ambruknya Jembatan Muara Lawai Lahat

DELAPAN TUNTUTAN AKSI

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Ghazi Munthasir, menyampaikan bahwa aksi ini membawa delapan tuntutan yang diberi tajuk “Asta Cita Mahasiswa Indonesia”.

“Aksi ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan ikhtiar moral mahasiswa dalam menyampaikan kegelisahan rakyat. Kami berharap seluruh pemangku kebijakan dapat mendengar dan merespons tuntutan yang disampaikan secara serius demi masa depan bangsa.”

Adapun tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut adalah sebagai berikut:

ASTA CITA MAHASISWA INDONESIA :

1. Membubarkan DPR apabila dalam momentum ini dinilai tidak berfungsi secara optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

2. Memberikan ultimatum 7×24 jam kepada Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Sumatera Selatan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok hingga ke pelosok daerah.

3. Menolak kenaikan harga BBM serta mengantisipasi menghilangnya bahan bakar minyak bersubsidi hingga ke daerah-daerah.

4. Menyelamatkan nilai Rupiah Indonesia sebagai simbol kedaulatan ekonomi nasional.

5. Menolak Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, yang dinilai sebagai program prematur dan perlu dikaji ulang secara komprehensif.

6. Mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai langkah konkret pemberantasan korupsi.

7. Mengecam kejahatan sipil dibawa ke dalam peradilan militer dan menyerukan penghentian praktik militerisme di ruang-ruang sipil.

8. Menolak UU POLRI serta mengecam tindakan represif aparat terhadap massa aksi dalam penyampaian pendapat di muka umum.

*Seruan kepada seluruh Elemen Mahasiswa di Sumatera Selatan*

Ghazi Munthasir juga mengajak seluruh mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, elemen kepemudaan di Sumatera Selatan untuk bersama-sama mengawal demokrasi melalui aksi damai, tertib, dan konstitusional.

Dengan semangat persatuan dan keberpihakan kepada rakyat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga cita-cita reformasi serta memastikan Indonesia tetap berjalan menuju masa depan yang adil, sejahtera, dan bermartabat.” Tutupnya.

Baca Juga  Beri Dukungan Moral ke JPU Roy Riady, Aliansi Mahasiswa datangi Kejati Sumsel

“Raden Fatah Memanggil. Raden Fatah Bergerak. Raden Fatah Berdampak.”