Aliansi Mahasiswa Muslim Sumsel Laporkan Dugaan Penistaan Agama oleh Pandji Pragiwaksono

Palembang – Aliansi Mahasiswa Muslim Sumatera Selatan (AMMS) secara resmi melaporkan dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh komika Pandji Pragiwaksono ke aparat penegak hukum, pada Senin, 12 Januari 2026 di Mapolda Sumatera Selatan.

Pelaporan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian mahasiswa Muslim terhadap nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

Prasetyo selaku Koordinator AMMS menilai pernyataan yang disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam salah satu konten publiknya berpotensi menyinggung, merendahkan, dan mencederai perasaan umat beragama, khususnya umat Islam.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Muslim Sumsel menyampaikan bahwa langkah hukum ini bukan bertujuan untuk membungkam kebebasan berekspresi, melainkan sebagai upaya menjaga etika, adab, dan batas-batas kebebasan berpendapat dalam ruang publik.

“Kami menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dijamin oleh konstitusi, namun kebebasan tersebut tidak boleh melanggar nilai agama dan menimbulkan keresahan umat. Oleh karena itu, kami menempuh jalur hukum agar persoalan ini diuji secara objektif dan adil,” ujar perwakilan AMMS.

Dalam laporannya, AMMS menunjukkan potongan video berupa pernyataan yang dinilai bermasalah serta kajian awal yang menunjukkan adanya dugaan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan, termasuk pasal-pasal terkait penistaan agama.

AMMS juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk tetap menjaga kondusifitas, tidak terpancing provokasi, serta mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Mereka menekankan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati hak setiap warga negara di hadapan hukum. Laporan ini adalah bagian dari mekanisme demokrasi dan negara hukum. Kami berharap Kepolisian dapat menindaklanjuti laporan ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Prasetyo selaku Koordinator Aliansi Mahasiswa Muslim Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu keumatan, menjaga harmoni kehidupan beragama, serta memastikan ruang publik diisi dengan narasi yang edukatif, bermartabat, dan saling menghormati.” Tutup Prasetyo.

Exit mobile version